Sponsor R. WENDY ANANTO W 08155007455

Cara Kerja

CARA KERJA DAN BERBISNIS ONLINE K-LINK

Cara “kerja”nya sederhana:

Setelah anda bergabung menjadi FULL MEMBER (member resmi K-LINK di grup K-LINK SUPPORT) selanjutnya Anda akan mendapat WEB REPLIKA, LANDING PAGE & TOKO ONLINE GRATIS.

Tugas anda adalah datangkan sebanyak mungkin pengunjung ke web replika & toko online anda dengan cara promosi online/ offline (anda bisa pelajari “strategi promosi online/offline” nanti di MODUL TRAINING & BONUS TUTORIAL INTERNET MARKETING di member area K-LINK SUPPORT).

Jika ada yang berminat dengan PRODUKNYA maka konsumen akan menghubungi anda untuk membeli produknya, anda dapat manfaatkan fasilitas dropshipping (stokis online yang akan mengirimkannya ke konsumen anda, jadi Anda tidak perlu repot membungkusnya) atau dapat juga punya stok sendiri & anda yang kirim ke konsumen (masing-masing memiliki nilai kelebihannya sendiri-sendiri).

Jika ada yang berminat dengan BISNISNYA & mengisi form pendaftaran online maka sistem  K-LINK SUPPORT yang akan melakukan follow up otomatis via SMS & Email, lalu seandainya “calon member” tersebut memutuskan bergabung maka semuanya akan dikerjakan oleh Sistem & anda daftarkan secara online ke pusat sesuai petunjuk di Modul Training Online yang bisa anda pelajari & akses 24 jam.

Novan Nurwanto – CROWN AMBASSADOR

“Kegagalan demi kegagalan adalah cara Tuhan menyiapkan kita untuk bisa menerima kesuksesan”


“Alhamdulillah” adalah kata yang kerap terucap saat saya menengok kembali pada kehidupan saat kini. Saya sangat bersyukur pada Allah. Masih terbayang kuat di  awal tahun 2006 saya merasakan fase terberat dalam hidup. Perusahaan garmen yang dirintis sejak kuliah jatuh bangkrut dan harus menanggung hutang cukup besar. 

Di saat teman-teman seangkatan di  kampus sudah lulus, saya yang masih berusia 23 tahun saat itu harus menanggung hutang. Sementara orang tua di kampung tidak tahu dan sangat berharap anaknya cepat lulus. Serba sulit, mau melamar kerja tak punya ijazah, berbisnis pun tak punya modal.

Sejak kecil rasanya saya memang sudah punya mental bisnis. Ayah (H. Wartono) dan Ibu (Hj. Nur Amaliah) adalah pedagang martabak, sehingga saya sedikit banyak belajar dari beliau. Saat SD saya berjualan es di acara-acara perkemahan  Pramuka. Ketika masa liburan SMP dan SMA saya membantu orang tua berjualan martabak di kawasan kaki lima di Slawi.

Saya merantau ke Bandung pada 2001 untuk kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil. Saya aktif di berbagai organisasi mahasiswa kampus sambil tidak lupa memutar otak mencari  peluang bisnis. Pada pertengahan tahun 2002, saya mendapatkan uang Rp 1,4  juta dari  orang tua untuk membeli komputer. Keinginan kuat berbisnis, uang itu saya belikan gerobak untuk berjualan. Saya berjualan pempek selama 3 bulan, berganti siomay dan baso tahu, kemudian beralih ke ayam goreng. Dari penjualan ayam ini saya bisa menikmati keuntungan sampai Rp 3 juta per bulan. Sayangnya di bulan keenam usaha ini berhenti.

Di pertengahan 2003 saya mencoba bisnis pelatihan. Di sinilah saya belajar banyak hal. Sambil memberikan pelatihan di berbagai kota saya mencari peluang pelanggan seragam. Dari  bisnis pelatihan dan orderan konveksi saya mulai menabung hingga pada akhir 2004 bisa merintis CV garmen dan bisa melebarkan bisnis ke Malaysia.
Tapi kesuksesan bisnis di bidang trading garmen tersebut hanya berjalan sekitar 2 tahun. Awal tahun 2006 mitra bisnis saya membawa lari uang produksi dan seketika bisnis garmen mengalami kebangkrutan. Kegagalan tampak sangat akrab berkawan. Tapi itu tidak mengurungkan niat saya untuk tetap berbisnis.

Di tengah kebingungan dan tekanan saya terus berdoa memohon petunjuk Allah. Sampai pertengahan 2006 seseorang memperkenalkan saya pada bisnis K-LINK. Harapan saya mulai tumbuh. Kini sudah hampir 6 tahun saya membangun karya lewat bisnis K-LINK. Saya bersyukur Allah menakdirkan bertemu dengan bisnis K-LINK, bisnis yang atas izinNya telah mengubah kehidupan kami. Di bisnis ini saya bertemu pasangan hidup, Ivana Suciati dan Alhamdulillah kami telah dikaruniai 3 anak.

Lewat bisnis ini pula saya bisa mewujudkan mimpi memiliki rumah, mobil, pergi ke tanah suci, jalan-jalan ke luar negri, dan membangun yayasan yatim piatu. Terima kasih tak terhingga untuk seseorang yang telah memperkenalkan dan telah membimbing saya di bisnis K-LINK, RCA ELC Sucipto SE. Juga terima kasih kepada setiap orang yang telah banyak berperan dalam pencapaian sukses ini.

Hj. Triana Kurniati – Senior Crown Ambassador

“When your children share your dreams, you’ll go through a brick wall to achieve them.”


Empat hal dalam satu waktu seperti ingin hidup bahagia dalam rumah tangga, keinginan untuk bisa jalan-jalan keluar negeri, ingin bebas ber- shopping ria, dan keinginan untuk dihargai dalam prestasi.

Dilema klasik bagi para wanita karier adalah terbatasnya waktu untuk santai dengan keluarga. Seperti berangkat pagi pulang malam sementara anak-anak harus diasuh oleh baby sitter otomatis perkembangan si anak akan terganggu. Sebenarnya apa sih yang diinginkan wanita? “everything” segalanya dalam waktu bersamaan. Dan sesungguhnya ada 4 hal yang diinginkan wanita.

Pertama, wanita ingin keluarga bahagia, suami yang setia, anak yang saleh dan hubungan keluarga yang harmonis. Kedua, wanita ingin jalan-jalan, wisata keluar negeri mengunjungi tempat-tempat yang eksotik dan romantis yang ada di seluruh dunia.

Ketiga, wanita ingin perhiasan dan belanja seperti beli sepatu, tas, baju yang bermerek dengan kebebasan uang dan waktu. Dan yang keempat wanita ingin penghargaan dan pengakuan atas prestasi dan karier yang bisa dibanggakan.

Sosok Ibu rumah tangga bernama Triana Kurniati ternyata telah mendapatkan 4 hal tersebut. “ Saya bisa memiliki keluarga yang harmonis karena kami memiliki bisnis yang sama di K-Link bersama suami. Sehingga kami satu bahasa dan passion yang sama. Artinya sama-sama punya gairah dan minat yang sama, sehingga dapat memprioritaskan pertama Tuhan, kedua keluarga dan ketiga baru Bisnis .” Kata Triana di kediamannya di Pondok Indah Jakarta.

Ibu satu anak ini memutuskan untuk komitmen di bisnis MLM K-Link sejak empat tahun yang lalu. Berkat kerja keras, ikuti system dan percaya dengan upline menjadikan bisnisnya membawa perubahan hidup. Bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk downline-downlinenya. “ Dengan K-Link saya bisa jalan-jalan bersama keluarga ke lebih 40 negara yang sebelumnya tidak pernah saya duga. Dan belanja pun tanpa harus melihat harga lagi, sekalipun di butik-butik terkenal di dunia seperti Louis Vuitton, Champ Ellesye, Hermes, Channel di Paris dan Burberry London, ” ujar Senior Crown Ambassador K-Link ini.

DUKUNGAN SUAMI

Bisnis ini sebenarnya tidak terlalu asing bagi Triana, sebab suami sudah terlebih dahulu menjalankannya. Bahkan pria yang menikahinya 6 tahun yang lalu itu sekarang sudah berperingkat Royal Crown Ambassador di MLM K-link. “Yang mengenalkan K-link pun suami, kebetulan sebelumnya saya belum pernah mengenal MLM lain jadi K-L ink ini baru pertama kali, ya tapi Alhamdulilah baru pertama kali berbisnis MLM bisa langsung sukses seperti sekarang,” imbuhnya.

Berkah dukungan dari suami itu membuat dirinya bisa menjalankan bisnis K-Link secara total. Padahal sesungguhnya tidak ada keharusan bagi Triana menjalankannya, karena penghasilan dari suami saja sudah lebih dari cukup. “ Ketika saya memulai bisnis ini dari suami sudah berperingkat Senior Crown Ambassador yang memiliki bonus perbulannya ratusan juta rupiah. Bahkan ketika itu sebagaimana semua wanita yang menginginkan segalanya bagi saya sesungguhnya sudah saya miliki semuanya. Seperti rumah mewah, mobil mewah, ibadah haji, jalan-jalan keluar negeri dan waktu yang berarti untuk suami dan anak, ” tuturnya.

Tapi mengapa Triana masih mau repot-repot menjalankan bisnis ini? Menurutnya karena sukses yang sebenarnya adalah bukan hanya sukses sendiri, tapi sukses itu harus bisa membantu orang lain, dan di bisnis K-Link hal tersebut sangat mungkin terjadi. “ Jadi yang terpenting adalah kemauan yang besar dan mau berendah hati untuk belajar, karena sukses tidaknya tergantung dari kira sendiri,” jelasnya.

BIMBINGAN SUAMI

Diakui oleh Triana Kurniati, dalam menerapkan strategi menjalankan bisnis MLM K-Link banyak belajar dari seorang Hendri Rikianto yang notabene sebagai suami dan uplinenya. Bahkan level Crown Ambassador diraihnya hanya dalam waktu 3 tahun. “ Dalam membangun bisnis ini, saya mengikuti jejak suami dengan cara terlebih dahulu menawarkan kepada orang-orang terdekat saya,” terang anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Selain membangun jaringan di Jakarta dan sekitarnya Triana juga mengembangkan bisnis ini hinggal keluar kota. Seperti Jawa tengah, Sumatera dan Kalimantan. Dan hal ini dilakukan bukan berarti untuk bersenang-senang melainkan betu-betul untuk melaksanakan presentasi dan mengisi training tentang bisnis K-Link. Tak ayal dengan keseriusan itu jaringan Triana terus berkembang hingga 30 ribu member yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

PINTAR BAGI WAKTU

Sekalipun dalam satu sisi, Triana Kurniati adalah seorang ibu rumah tangga biasa, dan satu sisi lagi ia adalah seorang top leader yang memiliki ribuan downline, tapi bagi ibu yang mempunyai hobi traveling dan shoppingini, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan, sehingga walaupun membagi waktu antara rumah tangga dan pekerjaan kerap membuatnya sulit untuk melangkah. Tapi dengan kepintaran Triana sendiri dalam membagi waktu, semua hal tersebut dapat dilakukannya dengan baik tanpa harus mengorbankan salah satunya. Dan yang terpenting bagi dirinya adalah dukungan suami tercinta.

Menurut pengakuan Triana, saat mau melakukan aktivitas bisnis K-Link keluar rumah justru dirinya sering mendapatkan complain dari buah hatinya, tapi sebagai ibu yang bijak ia harus bisa memberikan pengertian yang baik atau bila perlu ia mengajaknya. “Sebab bagi saya selain suami dukungan juga datang dari anak, hanya ketika saya sering keluar rumah anak saya selalu protes, untuk itu saya harus pintar-pintar mengatasinya, masalahnya saya harus merayunya dahulu,” paparnya.

Kesuliltan dalam melakukan bisnis MLM K-Link yang dialami oleh ibu-ibu rumah tangga selama ini telah terjawab sudah oleh Triana Kuniati dengan menunjukkan sebuah prestasi yang membanggakan. Menurutnya tidak ada yang tidak bisa asalkan dibarengi dengan keinginan yang kuat untuk mewujudkan mimpi. “ Mudah-mudahan apa yang saya lakukan ini menjadi inspirasi perempuan-perempuan yang ingin maju agar mempunyai kehidupan yang lebih baik,” imbuhnya.

Dengan prestasinya itu kini ibu yang menyadang gelar Hajah ini dalam menjalankan bisnis K-Link tidak lagi berorientasi ke financial tapi lebih kepada jati diri yang sebenarnya.

Bendot – Crown Ambassador 

“Berubahlah! Keputusanmu untuk berubah,menentukan masa depanmu”


Bendot terlahir dari keluarga sederhana. Semasa remajanya bungsu dari dua bersaudara ini tumbuh di lingkungan yang lebih senang main band, mengembara tanpa arah masa depan yang jelas. Pekerjaan serabutan ia jalani untuk menyambung hidup. Selepas kuliah D-III ia berhenti selama 3 tahun untuk mengumpulkan biaya, dan kemudian melanjutkan kuliah S1.

Bendot berkenalan dengan bisnis K-LINK di tahun 2006 lewat sahabatnya CA Arif Rahman Saputro, SE, MM. Lajang kelahiran Jember, Jawa Timur ini awalnya hanya tertarik mencoba produk K-Link Kinotakara untuk neneknya. “Saya melihat perkembangan yang baik dari kondisi beliau sejak memakai Kino,” ungkap Bendot.

Seiring waktu CA Arif mengenalkan bisnisnya, meskipun Bendot  masih negatif terhadap bisnis MLM. “Saya akui caranya memperkenalkan bisnis ini sungguh bijak, CA Arif selalu mempromosikan modul-modul di K-System,” tutur alumni S1 Manajemen Universitas Brawijaya ini. Bendot menemukan sisi berbeda yang tidak ia dapatkan saat mengenyam pendidikan formal, yaitu tentang sikap. Hingga akhirnya ia mengambil keputusan yang berani untuk mengubah sikapnya menjadi lebih positif dengan memotong rambut gondrong kebanggaannya, sekaligus beralih dari lingkungan pergaulannya selama ini.

“Allah tidak akan mengubah nasib seorang kaum, jika kaum itu tidak mau mengubahnya’. Ayat inilah yang memantapkan keputusan saya untuk berubah.” Didukung oleh upline CA. Magdalena, ia mulai serius menjalankan bisnis K-LINK, terutama setelah mengikuti training Best of The Best. “Satu tahun pertama betul-betul cobaan terberat buat saya. Tak ada satupun downline yang aktif, sampai peringkat manager isi jaringan saya hanya orang-orang sakit,” ujar Bendot. Saat berkonsultasi dengan upline pembimbing CA Ariyanto Hidayat yang ia dapatkan hanya kalimat “Untuk Bendot no comment dulu”.

Kata-kata itulah yang membawa Bendot meninggalkan kota kelahirannya, berpindah dari satu kota ke kota lain di Jawa Timur untuk mengembangkan bisnisnya. “Saya sadar hambatan, rintangan, cobaan dan ujian, ditambah jauhnya jarak dengan para upline, sudah menjadi paket konsekuensi dalam membangun jaringan di luar kota. Berbekal ilmu K-System yang sudah saya pelajari sewaktu menjadi good team player di Jember, semua itu bisa teratasi.

“Kenyangkan dulu otakmu dengan ilmu, niscaya kamu bisa mengenyangkan perutmu
,” motto ini menjadi bekalnya dalam masa pengembaraan. Di ujung tahun 2009 perjuangannya membuahkan hasil: ia naik panggung Crown Ambassador.

“K-LINK betul-betul mengubah kehidupan saya. Banyak pendidikan kepribadian yang saya dapatkan. Jika dulu banyak diremehkan orang, sekarang sebaliknya. Kalau dulu jalan-jalannya sebatas dalam negeri, sekarang sudah ke luar negeri, termasuk ke Tanah Suci Mekkah bersama kedua orang tua dan kakak. Yang terpenting adalah saya bisa keluar dari lingkungan negatif ke lingkungan yang positif. Terima kasih pada Allah SWT, kedua orang tua, manajemen K-LINK, seluruh upline dan downline karena mereka adalah bagian penting dari kesuksesan saya” ucapnya penuh syukur.

Sri Oktasari Utami – Crown Ambassador 

“Perindah cara bersyukur dengan bekerja keras”


CA Fathiyah Wismawati yang mengenalkan saya dengan K-LINK lewat produknya. Saat itu saya sedang menyelesaikan tugas akhir perkuliahan, dan rasa segan mendorong saya untuk mengiyakan ajakan beliau bergabung di bisnis ini.

 

Semangat belajar dan mencari tahu lebih jauh tentang K-LINK muncul dalam diri saya karena ini adalah MLM pertama yang saya ikuti. Berbekal pengetahuan yang belum mumpuni, saya tetap mencoba menjalankan bisnis ini lebih serius di pertengahan 2008.

Impian berperan menjadi navigator pada bisnis saya dan menentukan berapa lama perjalanan ini akan saya lalui, dan seberapa kuat saya mampu bertahan dengan segala tantangan yang ditemui. Akhirnya di awal tahun 2010 saya masuk dalam jajaran anggota Leaders Club dan meraih prestasi bergengsi Crown Ambassador pada Oktober 2013.

Terima kasih kepada upline pembimbing CA. Syaiful Azmi Aziz, CA. Burhan Fatchurrachman, CA. Adri Munaf, SCA. Hendro Setiawan dan RCA. Pradipto Kuswantoro yang telah membimbing dan memberi dukungan besar sepanjangan saya menjalankan usaha ini. Terima kasih yang tulus juga saya ucapkan untuk semua downline yang telah bersamasama berjuang dalam usaha ini. Raih sukses Anda tanpa kenal menyerah, dan perindah rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dengan terus bekerja keras mencapai impian.

Maryuni – Crown Ambassador  

“Hari Hari Baru Yang Semakin Penuh Makna Dan Menyenangkan”


Hidup memang selalu memberi kita pelajaran baru setiap harinya. Awal perkenalan saya dengan bisnis MLM K-LINK bisa dikatakan cukup unik. Seorang tetangga datang ke rumah dan bercerita tentang produk kesehatan milik K-LINK. Sementara kondisi saya hampir setiap hari merasakan pusing sebelah karena migren, susah tidur, dan susah BAB. Siapa mengira bahwa presentasinya tentang produk kesehatan K-LINK membuat hari-hari saya selanjutnya semakin penuh makna dan menyenangkan?

Saat mendengar penjelasan produk, saya tertarik untuk mencoba. Aktivitas saya membutuhkan stamina yang baik. Namun saat ditawarkan menjalani bisnisnya saya menolak karena berpikir tidak mungkin. Kapan bisa menjalankan bisnis K-LINK padahal saya berangkat kerja sejak pagi sekali dan baru pulang larut malam?

Saya putuskan bergabung semata-mata supaya bisa membeli produk dengan harga lebih murah. Mengkonsumsi produk K-LINK secara rutin ternyata membawa perubahan sangat pesat. Migren saya hilang, tidur lebih lelap dan BAB lancar. Tubuh jadi semakin sehat, kuat dan segar sepanjang hari walau pekerjaan sedang banyak dan jalanan macet berjam-jam.

Melihat kondisi kesehatan yang semakin prima, produk-produk K-LINK tersebut saya rekomendasikan kepada keluarga. Setali tiga uang, keluarga pun ikut merasakan khasiatnya. Wajar rasanya kalau kemudian saya kembali merekomendasikan produk K-LINK kepada teman-teman di kantor dan di rumah.

Saya tidak tahu bahwa dengan bercerita ke banyak orang, membawa kebaikan juga buat orang lain. Seperti yang sudah dibuktikan oleh keluarga, teman-teman yang mengkonsumsi produk K-LINK juga mengakui khasiatnya. Saya menyarankan mereka untuk menjadi member K-LINK agar lebih leluasa mendapatkan produknya kapan dan dimana pun mereka perlu. Saya tidak tahu bahwa yang saya lakukan tersebut sudah merupakan bagian dari menjalankan bisnis K-LINK.

Niat saya hanya berbagi informasi, sampai akhirnya saya ditawarkan ikut Training The Presenter (TTP) pada Januari 2007 di gedung YTKI dengan pembicara RCA. Hendri Rikianto (saat itu SCA). Saya ikut karena ingin menimba ilmu menjadi presenter yang baik, karena kebetulan sering menjadi MC di acara-acara kedinasan kantor.

Ternyata acara TTP tersebut juga membuka paradigma saya tentang kehidupan. Berawal dari sana saya mulai tertarik menjalankan bisnis K-LINK. Meskipun belum total karena masih bekerja. Namun para upline memotivasi dan membimbing saya untuk menjalankan bisnis KLINK dengan benar tanpa harus mengganggu pekerjaan.

Banyak orang mengatakan sibuk dan tidak punya waktu. Saya pikir saya juga sibuk dan tidak punya waktu, ternyata ketika kita sudah memiliki alasan dan tujuan mengapa mau menjalankan bisnis K-LINK, maka waktu akan selalu ada untuk hal yang sedang kita perjuangkan. Waktu saya sangat sangat terbatas buat keluarga. Saat menjalankan bisnis KLINK tujuan saya menginginkan punya banyak waktu buat keluarga dan ingin berguna buat banyak orang. Ini menjadi kekuatan saya.

Dengan keterbatasan waktu saya jalankan bisnis ini. Mei 2011 saya berhasil meraih masuk dalam Silver Leaders Club dan pada Oktober 2012 saya meraih peringkat Crown Ambassador pada Anniversary K-Link Indonesia ke 10 di Mata Elang International Stadium (MEIS) Ancol, Jakarta.

2 tahun lebih saya menjalani kehidupan sebagai Crown Ambassador. Permintaan untuk berbagi cerita tentang pengalaman saya menggunakan produk, perjuangan dan alasan serta tujuan menjalankan bisnis K-LINK membawa saya terbang melihat kota-kota di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, gratis dan penuh penghargaan.

Dulu tidak pernah terpikir bahwa saya akan mempunyai kebebasan waktu, berada di rumah dengan tenang, jalan-jalan dan kumpul dengan keluarga atau kerabat karena loyalitas terhadap tugas yang diemban sebagai anggota Polri adalah kewajiban saya sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat.

Menjadi Polisi Wanita adalah cita-cita masa sekolah yang berhasil saya wujudkan pada tanggal 3 November 1989 saat dinyatakan lulus pendidikan Sepolwan angkatan XIII di Ciputat, Jaksel pada tahun 1990 kemudian ditugaskan sebagai Polwan di Polda Metro Jaya.

25 tahun bertugas sebagai Polwan di bagian Reserse, akhirnya pada tanggal 1 September 2014 saya memutuskan mengambil pensiun dini. Lebih cepat 15 tahun dari pensiun yang seharusnya. Keputusan untuk pensiun dini karena ingin lebih fokus kepada keluarga yaitu suami, anak dan orang tua. Sebagai seorang istri, ibu dari dua putri dan sebagai seorang anak, saya ingin lebih dekat, mendampingi hidup mereka semaksimal yang saya mampu. Saat ini hari-hari saya adalah melayani, mendampingi keluarga dengan waktu yang lebih berkualitas buat mereka namun tetap bisa bekerja dan berkarya dengan waktu yang saya atur sendiri.

Indahnya hasil yang saya dapatkan saat ini adalah anugerah yang sangat besar dari Allah SWT. Dukungan dan doa dari keluarga membuat saya kuat menjalaninya. Bimbingan dari upline RCA Hendri Rikianto dan CA Ismed Iskandar Idrus yang dengan sabar dan tulus melatih saya, juga kerja sama dari mitra-mitra bisnis saya yaitu paradownline yang bersamasama berjuang menjalankan bisnis K-LINK, akhirnya tujuan saya tercapai. Semua ini saya dapatkan karena berada di bisnis K-LINK yang mendunia, besar dan terpercaya.

Perusahaan MLM yang sangat memperhatikan keamanan, keahlian dan kesuksesan para distributornya yang benar-benar serius berjuang untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik. Terima kasih kepada Presdir K-Link Indonesia Dato’ Dr. H. Md. Radzi Saleh dan seluruh manajemen yang hebat.

Apa pelajaran luar biasa yang saya dapatkan dari bisnis K-LINK ini? Jangan banyak beralasan sibuk dan tidak punya waktu, karena mengatur waktu dan memilih kesibukan adalah keputusan kita sendiri. Ambillah satu keputusan terbaik yaitu hidup berkualitas buat mereka yang kita cintai.

Ismed Iskandar Idrus – Crown Ambassador  

“ Hidup adalah pilihan! Kalau ada hidup yang luar biasa mengapa Anda harus memilih hidup yang biasa-biasa saja?“


Ketika dikenalkan dengan bisnis ini oleh seorang sahabat di tahun 2006 pria kelahiran Jayapura, Papua ini mempunyai latar belakang sebagai seorang direktur di sebuah perusahaan ekspor impor di Jakarta.

“Saya dulu punya paradigma negatif tentang bisnis MLM. Bagi saya ini bisnis mimpi dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan,” kenangnya seraya tersenyum.

Ismed yang memiliki penyakit maag mencoba K-Liquid Chlorophyll, keadaannya berangsur membaik. Pengalaman ini ia ceritakan pada kerabatnya yang memiliki masalah serupa. Banyaknya permintaan akan produk Chlorophyll membuatnya sering berbelanja ke kantor K-LINK. Keyakinan pada bisnis K-LINK semakin bertumbuh saat sang ayah yang mengalami stroke sembuh dengan produk K-LINK.

Melihat kondisi ini, Ismed tertarik untuk menjalankan usaha ini dengan serius. Seseorang yang mengenalkannya pun tak segan untuk mengajaknya ke pertemuan-pertemuan K-LINK. Seseorang yang dengan gigih membimbingnya, RCA Hendri Rikianto. Tidak mudah karena tantangan terberat  justru  datang  dari orang paling dekat yaitu  istri tercinta.

Selain itu keluarga dan beberapa temen dekat juga menganggap bisnis MLM adalah bisnis yang tidak mempunyai masa depan. Namun ini justru semakin memotivasi Ismed untuk membuktikannya. “Pasangan melarang karena khawatir hasilnya akan sia-sia. Tetapi saya terus maju, karena freedom dan membahagiakan keluarga adalah alasan terkuat saya,” papar suami Mia Sekar Ayu ini.

Fenomena unik tengah melanda Ismed kala itu. “Saya memiliki uang dan karir yang bagus, tetapi saya tidak memiliki kebebasan waktu.” Walaupun belum pernah menggeluti bisnis MLM, ayah dari Reyhan, Zhelma dan Raffa ini serius belajar dan patuh pada support system K-System. Menurutnya salah satu syarat perusahaan MLM yang baik adalah memiliki support system yang baik.

Di K-LINK, orang dari berbagi latar belakang bisa menjadi pemimpin yang berkualitas dengan support system tunggal, K-System yang menjangkau ke berbagai daerah dan pelosok yang ada di Indonesia. Dengan berbagai program pelatihan yang rapi terjadwal. Terbukti dalam waktu tiga tahun, peringkat Crown Ambassador berhasil ia capai.

Menjadi orang sukses menurut Ismed tidak terlepas dari sikap yang bertumbuh. “Banyak orang yang bisnisnya melesat tumbuh tapi tidak dibarengi dengan pertumbuhan pribadi, sehingga menjadi arogan. Sikap memiliki peran penting pada pertumbuhan bisnis ini. Contohnya, di dalam bisnis jaringan tentu kita bertemu banyak orang dengan berbagai  karakter. Tentu diperlukan kedewasaan bersikap saat menghadapi berbagai masalah,” paparnya.

Rasa syukur dan kecintaan pada keluarga diakuinya menjadi faktor yang menjauhkannya dari sifat arogan. Kini impian Ismed akan kebebasan telah terwujud. Diiringi dengan berbagai pengalaman istimewa; beribadah umroh gratis, perjalanan luar negeri, mendapat ilmu serta pengembangan kepribadian.

“Tidak ada sukses yang didapat tanpa usaha keras dan pengorbanan. Kendaraannya sudah ada, pembuktiannya pun sudah ada yaitu para Crown Ambassador. Mengapa kita tidak mau mencobanya?“ ajak Ismed.

“Terima kasih kepada pelatih dan pembimbing RCA Hendri Rikianto, sponsor DM Wendy Ardhian dan semua downline tercinta serta manajemen K-LINK. Terima kasih kepada kedua orang tua yang selalu berdoa untuk kesuksesan saya.” Mulailah dari sekarang untuk lebih serius dan mengikuti sistem yang benar, serahkan diri Anda kepada Tuhan, upline dan K-System, maka kehidupan yang luar biasa pasti datang kepada Anda.

Adri Munaf – Crown Ambassador  

“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Jalani prosesnya, dan nikmati hasilnya.”


Saya berasal dari Jorong Bancah, Sumatra Barat. Bersama empat saudara saya dibesarkan oleh ibu yang selalu mengajarkan arti kerja keras, kejujuran dan menjaga kepercayaan orang lain. Hidup tanpa ayah membuat kami belajar mandiri. Apapun dilakukan untuk bertahan hidup; mencari kayu bakar, daun pisang, ikan dan belut kami lakukan setiap sebelum atau sepulang sekolah.

Selepas SMP, ibu menyarankan saya merantau ke Lampung. Saya bersekolah di SMA sambil bekerja.  Dengan kondisi minim biaya saya melanjutkan sekolah di Universitas Lampung dan bekerja sebagai penjaga malam di kampus.  Demi memenuhi kebutuhan hidup dan mengirim uang kepada keluarga di kampung.

April 2000, ketika pemakaman ibunda tercinta saya mendapat pangggilan kerja dari sebuah pusat studi universitas di Jogjakarta. 4 tahun menjadi tenaga survey lapangan, namun status sebagai karyawan kontrak kerap membuat saya galau akan masa depan.

Dalam kegalauan itulah saya mengenal bisnis K-LINK awal Januari 2005. Banyak alasan yang saya kemukakan untuk tidak menjalankan bisnis ini. Saya belum pernah kenal MLM. Namun bimbingan RCA Pradipta dan SCA Hendro Setiyawan memberanikan saya untuk ‘membakar jembatan’ masa lalu dan serius di K-LINK.

Tiada hari saya lewati tanpa presentasi, membangun bisnis antar propinsi. Tidur di masjid, warnet, pom bensin adalah hal biasa. Selama kaki masih bisa berdiri, saya lakukan bisnis ini tanpa jeda. Alhamdulillah Agustus 2005 saya menjadi EM SLC.

April 2008 saya berhasil meraih peringkat Crown Ambassador. Peringkat Platinum Leaders Club saya raih pada April 2009. Semua  tak lepas dari  dukungan para upline,  downline juga manajemen K-Link Indonesia.

Saya bersyukur Allah SWT memberikan lebih dari apa yang saya bayangkan. Di samping pendapatan di atas-rata, Oktober 2007 saat istri mengandung anak pertama, saya menghadiahkannya sebuah mobil. Impian punya rumah, keliling Indonesia, berkunjung ke banyak negara, berangkat ke tanah suci bersama istri dan keluarga berhasil diwujudkan lewat bisnis K-LINK.

Kesuksesan seseorang terutama tak lepas dari doa seorang ibu. Saya sangat yakin pencapaian saat ini adalah berkat doa ibunda. Ridlo Allah berawal dari ridlo orang tua. Setiap orang yang berniat membahagiakan keluarga dan orang tuanya niscaya Allah bukakan pintu rezeki. Lakukan dengan ikhlas dan tulus. Nikmati apapun yang terjadi; susah, senang, ditolak adalah paket menuju kesuksesan.

Melalui K-LINK kami diajarkan menjadi pemimpin dan pengusaha yang tangguh dan pantang menyerah. Tidak hanya kerja keras tapi juga kerja cerdas dengan kerendahan hati untuk belajar dalam pendidikan K-System. Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Presdir K-Link Indonesia Dato’ DR. H. Md. Radzi Saleh beserta manajemen K-Link Indonesia, RCA Pradipta, SCA Hendro Setiyawan, RCA Calvin, sebagai kakak sekaligus guru yang terus membimbing kami. Kepada sahabat CA Syaiful Azmi Azis, SMM dan para downline yang masih berjuang.

Nasupril – Crown Ambassador  

“Jalani bisnis K-LINK ini dengan iman, yakin dan tekun. Allah akan melihat keringat dan Air mata Anda“


Sarjana Teknik Penerbangan dari Yogyakarta ini mengenal K-LINK saat kuliah semester 8. “Ibu saya sakit vertigo dan sering dirujuk ke Jakarta. Atas saran teman saya mencoba produk K-LINK,” tutur Nasupril membuka cerita.

Sejak kuliah ia bertekad untuk punya usaha sendiri. Karenanya setelah lulus ia pulang ke Bangka, bertemu dengan sang upline dan mulai fokus menjalankan bisnis K-LINK. “Memulai bisnis K-LINK di Bangka, saya menghadapi tantangan yang luar biasa. ‘Untuk apa kamu kuliah jauh-jauh kalau pulang hanya jualan seperti ini’,’’ ujar Nasupril menirukan kalimat orang tuanya saat itu.

Meski sempat dibayangi rasa pesimis, tapi Juni 2008 suami dari Sukarti ini berhasil masuk LC. “Saat berjuang dari Crown Manager menuju Crown Ambassador saya menemui momentum besar. Saat itu istri saya sedang hamil dan

diprediksi melahirkan pada November 2010.  Saya ingin menjadi CA yang CA, Calon Ayah yang Crown Ambassador,” ujarnya setengah berkelakar.

Impian itulah yang membawanya ke panggung Recognition CA pada Agustus 2010. November 2010 putri kecilnya lahir dan diberi nama Keysia Durratul Mukhbita. “Allah SWT memberi saya rezeki melalui K-LINK. Alhamdulillah sampai detik ini saya belum pernah bekerja dan ijazah S1 ini belum pernah saya gunakan untuk melamar kerja,” tuturnya bangga.

“Terima kasih kepada Allah SWT, istri tercinta, orang tua, seluruh manajemen K-LINK, upline RCA Erwin, RCA Irwansyah, SCA Budianto, CM Yulivan dan the great team, para  downline yang selalu gigih berjuang. Jangan menyerah sampai CA tercapai.”

Dr Ali Praja Muda Kirana – Crown Ambassador  

“Mereka yang berani keluar dari zona nyaman, dan mau melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang rata-rata, suatu hari nanti akan mendapatkan hal-hal yang tidak akan didapatkan oleh orang rata-rata”


Ali adalah seorang dokter lulusan dari Universitas ternama di Yogyakarta. 10 tahun lebih ia bekerja sebagai kepala Puskesmas di daerah pertambangan emas di Maluk, Sumbawa Barat NTB. Ia memiliki rumah, kendaraan pribadi, sering perjalanan luar negeri, karir yang mantap, keamanan finansial bahkan dikaruniai dua putra putri yang lucu. Dokter Ali akhirnya menyadari waktu kebersamaan dengan keluarga habis untuk bekerja dan bekerja. Pagi dinas, sore sampai larut pagi dihabiskan di tempat praktek.

Di sebuah acara reuni di Yogyakarta ia dipresentasikan bisnis K-LINK oleh Dr. Barir dan Dr. Doddy. Pertengahan 2008 Ali bergabung dan membuat keputusan memulai bisnis ini. “Salah satu impian terbesar saya adalah waktu yang berkualitas bersama keluarga, passive income dari usaha ini dan membantu orang lain mencapai impiannya, ” tutur Ayah dari Andy Keitaro Uematsu dan Aisha Uematsu.

Harga yang harus dibayar untuk sukses, suami dari Utako Uematsu ini mulai membagi waktu untuk menyelidiki lebih lanjut potensi bisnis K-LINK dengan hadir ke pertemuan bahkan terbang ke Jakarta, melakukan presentasi dan follow up di waktu sibuknya. Ia berkonsultasi rutin setiap bulan kepada upline pembimbingnya CA Dr. Barir dan RCA Hendri Rikianto. Beliau bersedia berubah, mengembangkan SIKAP mau belajar (teachable), serta fokus pada goals dan impiannya. Konsultasi untuk menentukan arah perkembangan bisnis dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Kini Dr Ali memiliki pertumbuhan bisnis yang pesat, kebebasan waktu, keuangan yang baik dan kehidupan yang semakin berkualitas.

“Tidak banyak usaha yang dapat memberikan keseimbangan hidup antara keluarga, bisnis, sosial, mental, kesehatan dan spritual seperti yang ditawarkan bisnis K-LINK. Usaha ini pula yang dapat memberikan keseimbangan antara uang dan waktu tentunya jika kita berani untuk berinvestasi,” tegas putra dari M. Yacob Jaffar dan Rodijah.

Puji Syukur kepada Allah SWT, Terima kasih kepada Ibunda Rodijah dan Teta Yacob, dukungan istri dan anak-anak, Presiden Direktur K-Link Indonesia Dato’ DR. H. MD. Radzi Saleh dan manajemen, semua downline atas kerja sama yang solid, juga pada upline CM. Dr. H. Doddy Agung W, CM. Astuti Puji Wibowo, CA. Dr. Barir Cahyono, ST serta upline pelatih RCA. H. Hendri Rikianto.

error: Content is protected !!